Snaplytics Toolkit

Tes Latensi Mouse

Ukur seberapa responsif klik mouse Anda. Setiap klik diberi stempel waktu dua kali — sekali saat browser membuat event, sekali lagi saat handler halaman ini berjalan — sehingga jeda pengirimannya terlihat, sementara uji coba reaksi mengukur seberapa cepat Anda mengklik saat panel berubah.

Siap
Laju event
events/s
gerakkan kursor di atas panel
Event → penangan
ms
klik terakhir

Klik untuk memulai percobaan

Saat panel berubah, klik secepat mungkin. Setiap klik juga mencatat jeda event-ke-handler-nya.

Terbaik
Rata-rata
Terakhir
Percobaan
0

Latensi klik terbaru

lebih rendah lebih baik
Percobaan latensi klik Anda akan muncul di sini

Latensi mouse adalah waktu antara menekan tombol dan komputer Anda bisa bereaksi terhadap klik tersebut, diukur dalam milidetik. Setiap klik menempuh jalur singkat: sakelar menutup, firmware melakukan debounce pada kontak untuk memastikan penekanan itu nyata, laporannya melintasi USB atau tautan nirkabel, sistem operasi mengantre dan mengirim event input, dan browser menyerahkannya ke halaman. Setiap tahap menambah sedikit jeda, dan bersama-sama semuanya menentukan seberapa instan mouse Anda terasa — terlepas dari refleks Anda sendiri dan seberapa cepat layar diperbarui.

Tes ini mengukur dua hal sekaligus. Setiap event pointer membawa timeStamp yang ditetapkan pada saat browser membuatnya; ketika klik sampai ke handler halaman ini, kami membaca performance.now() dan menguranginya, sehingga menghasilkan jeda event-ke-handler — waktu yang dihabiskan klik di dalam tumpukan input dan event loop. Secara terpisah, panel menjalankan uji coba reaksi: ia menunggu interval acak, membalikkan status, dan mencatat jeda antara pembalikan tersebut dan klik Anda. Panel langsung menghitung jumlah event pointer-move per detik, mencerminkan seberapa sering browser diberi tahu bahwa kursor bergerak.

Baca kedua angka ini secara berbeda. Angka uji coba reaksi didominasi oleh waktu reaksi manusia — kira-kira 200–270 ms — dengan latensi hardware dan software menumpuk di atasnya, jadi anggap saja sebagai skor gabungan untuk membandingkan percobaan, bukan pengukuran hardware. Jeda event-ke-handler adalah sinyal yang lebih bersih: setup yang sehat berada di kisaran milidetik satu digit rendah, dan lonjakan hingga puluhan milidetik berarti halaman atau sistem Anda sedang sibuk. Konsistensi sama pentingnya dengan rata-rata — mouse yang berayun antara 2 ms dan 20 ms terasa lebih buruk daripada yang stabil di 8 ms.

Sumber umum jeda klik

TahapJeda umumBergantung pada
Debounce sakelar2–20 msFirmware menunggu kontak stabil; beberapa mouse gaming memungkinkan Anda menyesuaikannya
Interval polling1–8 msMouse 125 Hz melapor paling cepat setiap 8 ms, mouse 1000 Hz setiap 1 ms
Tautan nirkabel~1–15 msDongle 2,4 GHz yang bagus mendekati kabel; Bluetooth menambah jeda yang jauh lebih terasa
Jalur input OS1–5 msPenjadwalan USB ditambah proses OS membangunkan, mengantre, dan mengirim event
Thread utama browser0–10+ msInilah yang ditangkap oleh angka event-ke-handler; membesar saat tab sedang sibuk

Latensi mouse vs input lag vs laju polling

Ketiganya mengukur mata rantai berbeda dalam rangkaian yang sama. Laju polling adalah seberapa sering mouse melaporkan posisi dan status tombolnya, dalam hertz — Mouse Polling Rate Tester memperkirakannya dari jarak antar event pergerakan. Latensi mouse, yang diukur di sini, adalah seberapa cepat klik berubah menjadi event yang bisa ditangani halaman. Input lag adalah jeda menyeluruh dari ujung ke ujung, dari tindakan Anda hingga perubahan yang terlihat di layar, termasuk respons dan refresh layar itu sendiri — Input Lag Tester mencakup loop tersebut. Laju polling yang tinggi mengurangi satu sumber latensi mouse, tetapi keduanya juga bergantung pada OS, browser, dan monitor Anda.

Bagaimana cara mengurangi latensi mouse?

  • Gunakan koneksi berkabel, atau dongle 2,4 GHz berkualitas dengan latensi rendah yang diletakkan dekat mouse, alih-alih Bluetooth.
  • Naikkan laju polling di software mouse Anda (500 atau 1000 Hz) jika sensor dan tautannya dapat mendukungnya secara stabil.
  • Turunkan waktu debounce klik di software pabrikan, dengan mempertimbangkan risiko klik ganda.
  • Colokkan mouse langsung ke komputer, bukan melalui hub tanpa daya atau kabel ekstensi yang panjang.
  • Jaga agar driver dan firmware tetap terbaru, dan tutup aplikasi latar belakang yang membebani CPU atau bus USB.

Alat terkait